Martha Berry mendirikan sekolah untuk anak-anak yang berasal dari daerah Georgia Utara yang miskin dan orangtua mereka tidak mampu membiayai pendidikan anak-anaknya. Untuk tetap menjalankan kegiatan persekolahan pada saat-saat awal itu secara keuangan sangat sulit. Dan Berry secara konstan tetap membutuhkan uang untuk melaksanakan pekerjaannya. Akhirnya dia bisa mendapatkan janji untuk bertemu dengan Henry Ford. Berry menerangkan apa yang sedang dia lakukan dan meminta Ford memberikan sedikit sumbangan. Tetapi Ford menolak.
“Baiklah,” kata Nona Berry, “bersediakah Anda memberi kami sekantong kacang?”
Permohonan yang aneh ini membingungkan Ford sehingga dia memberi Berry uang untuk membeli kacang yang diminta. Berry membantu murid-muridnya dengan bertani kacang sampai mereka mendapatkan cukup banyak uang. Kemudian Berry mengembalikan uang yang mereka hasilkan kepada Ford untuk memperlihatkan padanya bahwa dia mampu menggandakan sumbangan yang hanya sedikit itu.
Ford begitu terkesan dengan apa yang dilakukan Berry sehingga dia menyumbangkan cukup banyak traktor dan alat-alat pertanian untuk memajukan pertanian sekolah agar mereka bisa mandiri. Setelah beberapa tahun kemudian Ford memberi uang sejumlah satu juta dollar untuk membangun kampus cantik yang berdiri megah.
“Saya
terkesan,” kata Ford, “dengan ketulusan Nona Berry dan pada cara
menakjubkan yang dia terapkan untuk menolong anak-anak yang memerlukan
bantuan.” Berry memiliki keyakinan yang sangat kuat dalam apa yang dia
perbuat sehingga tindakan-tindakannya begitu meyakinkan Ford yang
skeptis untuk melakukan apa yang pada awalnya dia tolak. Berry telah
mendemonstrasikan jauh melebihi harapan yang masuk akal bahwa dia sedang
giat melakukan usaha yang begitu penting sehingga dia tidak akan pernah
menyerah pada kesulitan-kesulitan.Ketulusan, kata Napoleon Hill, erat hubungannya dengan motivasi. Ketulusan memberi hak pada orang lain untuk mengajukan pertanyaan sebelum memberi Anda waktu, tenaga atau uang. Sebelum memulai suatu tindakan, periksa ketulusan diri Anda sendiri. Ajukan pertanyaan pada diri sendiri: “Saya memang mencari keuntungan pribadi dalam apa yang akan saya lakukan, tetapi apakah saya memberikan pelayanan atau barang yang sama nilainya atas keuntungan atau pendapatan yang ingin saya terima. Ataukah saya ingin mendapatkan sesuatu tanpa memberi sesuatu apa pun pada orang lain?” Ketulusan adalah salah satu hal yang paling sulit dibuktikan pada orang lain. Tetapi Anda harus sudah siap—dan selalu menginginkam—untuk bertindak dengan ketulusan.
Posting Komentar