1. Mengambil Keputusan Untuk Sukses dan Miliki Tujuan Spesifik
“Apa tepatnya tujuan hidup Anda dan apa rencana-rencana yang Anda
miliki untuk meraih tujuan tersebut?” Kebanyakan jawaban akan seperti
ini, “Saya ingin hidup dengan baik dan meraih sukses sesuai dengan
kemampuan saya.”
Adakah hal yang salah dengan jawaban tersebut? Tidak. Tetapi menurut Napoleon Hill (1883-1970)—Bapak
Motivasi Dunia dan seorang penulis sukses—orang dengan jawaban demikian
hanya akan mendapat “sisa-sisa” dari apa yang telah ditinggalkan oleh
mereka yang sungguh-sungguh berhasil, yaitu mereka yang memiliki tujuan
spesifik dan memiliki rencana untuk meraih tujuan tersebut.
Napoleon Hill lalu mengisahkan seorang sahabatnya yang bernama Stuart
Hill. Stuart adalah seorang kontributor artikel untuk majalah yang
diedit Hill. Penghasilannya pas-pasan. Tetapi kemudian terinspirasi
oleh seseorang penemu yang ia tulis.
Stuart kemudian berhenti jadi wartawan dan sekolah lagi untuk jadi
pengacara paten. Keinginannya tak hanya mau menjadi pengacara paten
biasa-biasa saja, tetapi pengacara paten yang top di Amerika Serikat.
Karena mengejar cita-citanya dengan penuh semangat, ia bisa
menyelesaikan kuliahnya dalam waktu singkat.
Saat mulai praktik, dia mencari kasus-kasus yang paling sulit. Cara ini
rupanya menempatkannya menjadi pengacara dengan reputasi baik. Segera
namanya pun menyebar ke seluruh negeri. Pada tahap berikutnya ia
mendapatkan banyak permintaan untuk menjadi pengacaranya. Dan meskipun
tarifnya selangit, Stuart lebih banyak menolak klien dibanding menerima
klien karena begitu banyaknya permintaan.
Menurut Hill, manusia yang bertindak dengan tujuan dan rencana mengundang banyak kesempatan. “Bagaimana hidup dapat memberikan sesuatu untuk diri Anda kalau Anda tidak tahu apa yang Anda inginkan untuk diri sendiri? Hanya dengan memiliki tujuan dan rencana yang spesifik maka Anda mampu mengatasi berbagai kesulitan yang menghalangi jalan Anda,” katanya.
Kalau Anda ingin meraih sukses, hari ini juga tetapkan tujuan yang
spesifik! Tuliskan tujuan tersebut. Hafalkan di dalam ingatan. Ambillah
keputusan spesifik tentang apa rencana-rencana Anda untuk meraihnya.
Kemudian mulailah segera menerapkan rencana tersebut ke dalam tindakan.
Masa depan Anda diciptakan oleh diri Anda sendiri. Ambillah keputusan sekarang juga untuk membentuk masa depan Anda.
Latest Products
Resep Sukses dan Kaya Napoleon Hill (2)
2. Sukses dengan “Menguasai” Hidup Sendiri
Fakta yang paling menakjubkan tentang manusia adalah: Tuhan Sang Mahapencipta memberi kita hak prerogatif atas satu hal yang lengkap dan tidak dapat berubah, dan hanya atas satu hal, yaitu pikiran kita sendiri. Pasti sudah menjadi kehendak Yang Di Atas untuk memberi kita semangat agar kita menjalankan pikiran-pikiran kita sendiri, tanpa campur tangan orang lain. Kalau tidak demikian maka kita tidak akan memiliki kekuasaan spesifik yang jelas atas pikiran-pikiran kita sendiri.
“Hanya dengan menggunakan hak prerogatif yang menakjubkan atas pikiran dan hidup Anda sendiri, maka Anda bisa mengangkat diri Anda sendiri untuk meraih keberhasilan besar di bidang usaha apa pun yang Anda pilih,” kata penulis terkenal itu. Memanfaatkan hak prerogatif ini merupakan satu-satunya pendekatan yang jenius. Secara sederhana, menurutnya, manusia jenius adalah manusia yang sepenuhnya memiliki pikiran sendiri dan dia mengarahkan pikirannya untuk meraih tujuan-tujuan yang telah dia pilih sendiri, dia tidak membiarkan pengaruh-pengaruh luar mematahkan semangat atau menyesatkan dirinya.
Kita semua mengetahui cerita tentang orang-orang terkenal yang mengubah kesulitan menjadi hal bermanfaat, atau orang-orang yang menjadi kaya karena mengalahkan hambatan-hambatan besar. Mereka menjadi manusia yang sangat berhasil karena bisa mengubah "batu penghalang" menjadi "batu loncatan". Mereka yang menjadi manusia jenius di bidang industri adalah Henry Ford, Thomas Alva Edison, Andrew Carnegie, serta Wilbur dan Orville Wright.
Menurut Napoleon Hill, seseorang tidak akan pernah menemukan kedamaian kalau membiarkan orang lain menguasai hidupnya. Bagaimana dengan Anda?
Fakta yang paling menakjubkan tentang manusia adalah: Tuhan Sang Mahapencipta memberi kita hak prerogatif atas satu hal yang lengkap dan tidak dapat berubah, dan hanya atas satu hal, yaitu pikiran kita sendiri. Pasti sudah menjadi kehendak Yang Di Atas untuk memberi kita semangat agar kita menjalankan pikiran-pikiran kita sendiri, tanpa campur tangan orang lain. Kalau tidak demikian maka kita tidak akan memiliki kekuasaan spesifik yang jelas atas pikiran-pikiran kita sendiri.
“Hanya dengan menggunakan hak prerogatif yang menakjubkan atas pikiran dan hidup Anda sendiri, maka Anda bisa mengangkat diri Anda sendiri untuk meraih keberhasilan besar di bidang usaha apa pun yang Anda pilih,” kata penulis terkenal itu. Memanfaatkan hak prerogatif ini merupakan satu-satunya pendekatan yang jenius. Secara sederhana, menurutnya, manusia jenius adalah manusia yang sepenuhnya memiliki pikiran sendiri dan dia mengarahkan pikirannya untuk meraih tujuan-tujuan yang telah dia pilih sendiri, dia tidak membiarkan pengaruh-pengaruh luar mematahkan semangat atau menyesatkan dirinya.
Kita semua mengetahui cerita tentang orang-orang terkenal yang mengubah kesulitan menjadi hal bermanfaat, atau orang-orang yang menjadi kaya karena mengalahkan hambatan-hambatan besar. Mereka menjadi manusia yang sangat berhasil karena bisa mengubah "batu penghalang" menjadi "batu loncatan". Mereka yang menjadi manusia jenius di bidang industri adalah Henry Ford, Thomas Alva Edison, Andrew Carnegie, serta Wilbur dan Orville Wright.
Menurut Napoleon Hill, seseorang tidak akan pernah menemukan kedamaian kalau membiarkan orang lain menguasai hidupnya. Bagaimana dengan Anda?
Resep Sukses dan Kaya Napoleon Hill (3)
3. Memotivasi diri untuk meraih sukses
"Apakah Albert Einstein seseorang yang sukses?" tanya Napoleon Hill. Banyak yang menganggap sukses itu berarti seseorang mencapai kehidupan yang kaya raya. Tetapi dalam kasus Einstein, dia bukanlah orang yang kaya raya. Tetapi sulit mencari orang yang menyangkal kalau dia orang sukses. Einstein berhasil meraih posisi puncak dalam profesinya dan berhasil mengubah dunia karena dia mengetahui apa yang ingin dia kerjakan dan memiliki rencana untuk memenuhi keinginannya.
Setiap orang bisa meraih apa yang diinginkannya asal tahu caranya. Menurut Hill, ada cara melakukannya dengan mengikuti cara Einstein meraih keinginannya. “Kembangkanlah semangat membara untuk mewujudkan keinginan Anda agar Anda dapat menetapkan dan meraih tujuan yang lebih besar untuk diri Anda sendiri. Ingatlah, ada perbedaan besar antara angan-angan belaka dibandingkan dengan keputusan yang spesifik tentang apa yang akan Anda miliki,” kata Hill.
Menurut Hill, sekali seseorang memiliki semangat yang menyala-nyala, maka ia akan mengembangkan tujuan yang intensif sehingga mampu menyikat habis semua aral rintangan yang sebelumnya tampak tidak mungkin dilalui.
“Tetapkanlah tujuan hidup yang spesifik untuk diri Anda sendiri. Tulis tujuan itu. Hafalkan di luar kepala. Arahkan semua pikiran dan semua energi Anda untuk mengubah tujuan menjadi kenyataan. Daripada membiarkan kegagalan-kegagalan sementara menghalangi jalan Anda, carilah benih-benih manfaat yang sama nilainya sehingga Anda bisa kembali ke jalur semula untuk meraih tujuan Anda,” papar Hill.
Nah, sudah siap meraih sukses? Tips sukses dari Napoleon Hill itu sangat penting untuk dipraktikkan.
"Apakah Albert Einstein seseorang yang sukses?" tanya Napoleon Hill. Banyak yang menganggap sukses itu berarti seseorang mencapai kehidupan yang kaya raya. Tetapi dalam kasus Einstein, dia bukanlah orang yang kaya raya. Tetapi sulit mencari orang yang menyangkal kalau dia orang sukses. Einstein berhasil meraih posisi puncak dalam profesinya dan berhasil mengubah dunia karena dia mengetahui apa yang ingin dia kerjakan dan memiliki rencana untuk memenuhi keinginannya.
Setiap orang bisa meraih apa yang diinginkannya asal tahu caranya. Menurut Hill, ada cara melakukannya dengan mengikuti cara Einstein meraih keinginannya. “Kembangkanlah semangat membara untuk mewujudkan keinginan Anda agar Anda dapat menetapkan dan meraih tujuan yang lebih besar untuk diri Anda sendiri. Ingatlah, ada perbedaan besar antara angan-angan belaka dibandingkan dengan keputusan yang spesifik tentang apa yang akan Anda miliki,” kata Hill.
Menurut Hill, sekali seseorang memiliki semangat yang menyala-nyala, maka ia akan mengembangkan tujuan yang intensif sehingga mampu menyikat habis semua aral rintangan yang sebelumnya tampak tidak mungkin dilalui.
“Tetapkanlah tujuan hidup yang spesifik untuk diri Anda sendiri. Tulis tujuan itu. Hafalkan di luar kepala. Arahkan semua pikiran dan semua energi Anda untuk mengubah tujuan menjadi kenyataan. Daripada membiarkan kegagalan-kegagalan sementara menghalangi jalan Anda, carilah benih-benih manfaat yang sama nilainya sehingga Anda bisa kembali ke jalur semula untuk meraih tujuan Anda,” papar Hill.
Nah, sudah siap meraih sukses? Tips sukses dari Napoleon Hill itu sangat penting untuk dipraktikkan.
Resep Sukses dan Kaya Napoleon Hill (4)
4. Kenapa Sejumlah Orang Berhasil Sedangkan yang Lainnya Gagal?
“Pertanyaan ini telah membingungkan banyak orang sejak pertama kali manusia tidak puas tinggal di gua dan berusaha menemukan beberapa cara untuk menikmati hidup yang lebih menyenangkan,” kata Napoleon Hill. Mungkin perbandingan karakteristik antara manusia sukses atau gagal berikut ini akan membantu menemukan jawabannya.
Manusia sukses secara spesifik mengetahui apa yang dia omongkan, memiliki rencana untuk meraihnya, percaya pada kemampuan diri untuk mewujudkannya, dan menggunakan sebagian besar waktunya untuk memperoleh keberhasilan tersebut. Sedangkan manusia gagal tidak memiliki rencana hidup yang spesifik, percaya bahwa semua keberhasilam itu merupakan hasil “keberuntungan” dan memiliki inisiatif hanya kalau dia dipaksa untuk melakukannya.
Manusia sukses itu seperti salesman ahli yang telah belajar seni mempengaruhi orang lain untuk bekerja sama dengan sukarela guna mewujudkan rencana-rencana atau tujuan-tujuannya. Sedangkan manusia gagal mencari-cari kesalahan orang. Dia keluar untuk menunjukkan pada orang lain tentang sikapnya yang suka mengkritik.
Manusia sukses itu berpikir sebelum berbicara. Dia memperhitungkan akibat dari perkataannya dengan hati-hati. Dan dia menekankan apa yang dia sukai tentang orang lain, meminimalkan apa yang tidak dia sukai tentang orang lain atau tidak menyebutkannya sama sekali. Manusia yang tidak berhasil melakukan hal yang sebaliknya. Dia berbicara dahulu, berpikir kemudian. Kata-katanya hanya membawa penyesalan dan memalukan dan membuat dia kehilangan keuntungan-keuntungan yang tidak dapat kembali lagi karena telah menimbulkan sakit hati.
Manusia sukses itu mengekspresikan pendapatnya hanya setelah dia memiliki informasi yang cukup sehingga dengan cerdik dia dapat mengungkapkannya. Manusia gagal mengekspresikan pendapatnya tentang subjek yang sedikit atau sama sekali tidak dia ketahui.
Manusia sukses menjaga agar pikiran dan pandangannya tetap positif setiap saat. Dia memahami bahwa ruang yang dia tempati di dunia ini dan keberhasilan yang dia nikmati tergantung pada kualitas dan kuantitas pelayanan yang dia berikan. Dia terbiasa menyumbangkan lebih banyak pelayanan dibandingkan apa yang dia janjikan. Manusia yang gagal hanya “menerima tanpa memberi” atau memakan apa yang bukan merupakan hasil kerjanya. Dan kalau dia gagal untuk mendapatkannya, maka dia menyalahkan kerakusan orang lain.
Sudah jelas bagaimana jalan yang bisa ditempuh agar menjadi orang sukses. Mari cermati dan ikuti.
“Pertanyaan ini telah membingungkan banyak orang sejak pertama kali manusia tidak puas tinggal di gua dan berusaha menemukan beberapa cara untuk menikmati hidup yang lebih menyenangkan,” kata Napoleon Hill. Mungkin perbandingan karakteristik antara manusia sukses atau gagal berikut ini akan membantu menemukan jawabannya.
Manusia sukses secara spesifik mengetahui apa yang dia omongkan, memiliki rencana untuk meraihnya, percaya pada kemampuan diri untuk mewujudkannya, dan menggunakan sebagian besar waktunya untuk memperoleh keberhasilan tersebut. Sedangkan manusia gagal tidak memiliki rencana hidup yang spesifik, percaya bahwa semua keberhasilam itu merupakan hasil “keberuntungan” dan memiliki inisiatif hanya kalau dia dipaksa untuk melakukannya.
Manusia sukses itu seperti salesman ahli yang telah belajar seni mempengaruhi orang lain untuk bekerja sama dengan sukarela guna mewujudkan rencana-rencana atau tujuan-tujuannya. Sedangkan manusia gagal mencari-cari kesalahan orang. Dia keluar untuk menunjukkan pada orang lain tentang sikapnya yang suka mengkritik.
Manusia sukses itu berpikir sebelum berbicara. Dia memperhitungkan akibat dari perkataannya dengan hati-hati. Dan dia menekankan apa yang dia sukai tentang orang lain, meminimalkan apa yang tidak dia sukai tentang orang lain atau tidak menyebutkannya sama sekali. Manusia yang tidak berhasil melakukan hal yang sebaliknya. Dia berbicara dahulu, berpikir kemudian. Kata-katanya hanya membawa penyesalan dan memalukan dan membuat dia kehilangan keuntungan-keuntungan yang tidak dapat kembali lagi karena telah menimbulkan sakit hati.
Manusia sukses itu mengekspresikan pendapatnya hanya setelah dia memiliki informasi yang cukup sehingga dengan cerdik dia dapat mengungkapkannya. Manusia gagal mengekspresikan pendapatnya tentang subjek yang sedikit atau sama sekali tidak dia ketahui.
Manusia sukses menjaga agar pikiran dan pandangannya tetap positif setiap saat. Dia memahami bahwa ruang yang dia tempati di dunia ini dan keberhasilan yang dia nikmati tergantung pada kualitas dan kuantitas pelayanan yang dia berikan. Dia terbiasa menyumbangkan lebih banyak pelayanan dibandingkan apa yang dia janjikan. Manusia yang gagal hanya “menerima tanpa memberi” atau memakan apa yang bukan merupakan hasil kerjanya. Dan kalau dia gagal untuk mendapatkannya, maka dia menyalahkan kerakusan orang lain.
Sudah jelas bagaimana jalan yang bisa ditempuh agar menjadi orang sukses. Mari cermati dan ikuti.
Resep Sukses dan Kaya Napoleon Hill (6)
6. Ketulusan
Martha Berry mendirikan sekolah untuk anak-anak yang berasal dari daerah Georgia Utara yang miskin dan orangtua mereka tidak mampu membiayai pendidikan anak-anaknya. Untuk tetap menjalankan kegiatan persekolahan pada saat-saat awal itu secara keuangan sangat sulit. Dan Berry secara konstan tetap membutuhkan uang untuk melaksanakan pekerjaannya. Akhirnya dia bisa mendapatkan janji untuk bertemu dengan Henry Ford. Berry menerangkan apa yang sedang dia lakukan dan meminta Ford memberikan sedikit sumbangan. Tetapi Ford menolak.
“Baiklah,” kata Nona Berry, “bersediakah Anda memberi kami sekantong kacang?”
Permohonan yang aneh ini membingungkan Ford sehingga dia memberi Berry uang untuk membeli kacang yang diminta. Berry membantu murid-muridnya dengan bertani kacang sampai mereka mendapatkan cukup banyak uang. Kemudian Berry mengembalikan uang yang mereka hasilkan kepada Ford untuk memperlihatkan padanya bahwa dia mampu menggandakan sumbangan yang hanya sedikit itu.
Ford begitu terkesan dengan apa yang dilakukan Berry sehingga dia menyumbangkan cukup banyak traktor dan alat-alat pertanian untuk memajukan pertanian sekolah agar mereka bisa mandiri. Setelah beberapa tahun kemudian Ford memberi uang sejumlah satu juta dollar untuk membangun kampus cantik yang berdiri megah.
“Saya
terkesan,” kata Ford, “dengan ketulusan Nona Berry dan pada cara
menakjubkan yang dia terapkan untuk menolong anak-anak yang memerlukan
bantuan.” Berry memiliki keyakinan yang sangat kuat dalam apa yang dia
perbuat sehingga tindakan-tindakannya begitu meyakinkan Ford yang
skeptis untuk melakukan apa yang pada awalnya dia tolak. Berry telah
mendemonstrasikan jauh melebihi harapan yang masuk akal bahwa dia sedang
giat melakukan usaha yang begitu penting sehingga dia tidak akan pernah
menyerah pada kesulitan-kesulitan.
Ketulusan, kata Napoleon Hill, erat hubungannya dengan motivasi. Ketulusan memberi hak pada orang lain untuk mengajukan pertanyaan sebelum memberi Anda waktu, tenaga atau uang. Sebelum memulai suatu tindakan, periksa ketulusan diri Anda sendiri. Ajukan pertanyaan pada diri sendiri: “Saya memang mencari keuntungan pribadi dalam apa yang akan saya lakukan, tetapi apakah saya memberikan pelayanan atau barang yang sama nilainya atas keuntungan atau pendapatan yang ingin saya terima. Ataukah saya ingin mendapatkan sesuatu tanpa memberi sesuatu apa pun pada orang lain?” Ketulusan adalah salah satu hal yang paling sulit dibuktikan pada orang lain. Tetapi Anda harus sudah siap—dan selalu menginginkam—untuk bertindak dengan ketulusan.
Martha Berry mendirikan sekolah untuk anak-anak yang berasal dari daerah Georgia Utara yang miskin dan orangtua mereka tidak mampu membiayai pendidikan anak-anaknya. Untuk tetap menjalankan kegiatan persekolahan pada saat-saat awal itu secara keuangan sangat sulit. Dan Berry secara konstan tetap membutuhkan uang untuk melaksanakan pekerjaannya. Akhirnya dia bisa mendapatkan janji untuk bertemu dengan Henry Ford. Berry menerangkan apa yang sedang dia lakukan dan meminta Ford memberikan sedikit sumbangan. Tetapi Ford menolak.
“Baiklah,” kata Nona Berry, “bersediakah Anda memberi kami sekantong kacang?”
Permohonan yang aneh ini membingungkan Ford sehingga dia memberi Berry uang untuk membeli kacang yang diminta. Berry membantu murid-muridnya dengan bertani kacang sampai mereka mendapatkan cukup banyak uang. Kemudian Berry mengembalikan uang yang mereka hasilkan kepada Ford untuk memperlihatkan padanya bahwa dia mampu menggandakan sumbangan yang hanya sedikit itu.
Ford begitu terkesan dengan apa yang dilakukan Berry sehingga dia menyumbangkan cukup banyak traktor dan alat-alat pertanian untuk memajukan pertanian sekolah agar mereka bisa mandiri. Setelah beberapa tahun kemudian Ford memberi uang sejumlah satu juta dollar untuk membangun kampus cantik yang berdiri megah.
“Saya
terkesan,” kata Ford, “dengan ketulusan Nona Berry dan pada cara
menakjubkan yang dia terapkan untuk menolong anak-anak yang memerlukan
bantuan.” Berry memiliki keyakinan yang sangat kuat dalam apa yang dia
perbuat sehingga tindakan-tindakannya begitu meyakinkan Ford yang
skeptis untuk melakukan apa yang pada awalnya dia tolak. Berry telah
mendemonstrasikan jauh melebihi harapan yang masuk akal bahwa dia sedang
giat melakukan usaha yang begitu penting sehingga dia tidak akan pernah
menyerah pada kesulitan-kesulitan.Ketulusan, kata Napoleon Hill, erat hubungannya dengan motivasi. Ketulusan memberi hak pada orang lain untuk mengajukan pertanyaan sebelum memberi Anda waktu, tenaga atau uang. Sebelum memulai suatu tindakan, periksa ketulusan diri Anda sendiri. Ajukan pertanyaan pada diri sendiri: “Saya memang mencari keuntungan pribadi dalam apa yang akan saya lakukan, tetapi apakah saya memberikan pelayanan atau barang yang sama nilainya atas keuntungan atau pendapatan yang ingin saya terima. Ataukah saya ingin mendapatkan sesuatu tanpa memberi sesuatu apa pun pada orang lain?” Ketulusan adalah salah satu hal yang paling sulit dibuktikan pada orang lain. Tetapi Anda harus sudah siap—dan selalu menginginkam—untuk bertindak dengan ketulusan.
Resep Sukses dan Kaya Napoleon Hill (7)
7. Penuh Harapan
Harapan merupakan bahan dasar untuk membangun sukses. Harapan dikristalisasi menjadi iman, iman menjadi tekad, dan tekad menjadi tindakan. Menurut Napoleon Hill, secara prinsip harapan mengalir dari imajinasi Anda, mengalir dari mimpi-mimpi Anda tentang dunia yang lebih baik, kehidupan yang lebih baik, dan masa depan yang lebih baik.
Menurutnya, dengan berlandaskan pada harapan, kita akan memutuskan apa tujuan spesifik hidup kita, kemudian mengubahnya menjadi kenyataan. Lalu Napoleon Hill bercerita tentang James J. Hill. Hill yang satu ini dulunya adalah karyawan kantor telegram, kemudian dia menjadi seorang tokoh besar di bidang jalan kereta api.
Suatu hari, James H. Hill mengirimkan berita milik seorang wanita yang ditujukan pada teman yang suaminya telah terbunuh. Hill mendapatkan inspirasi dari pesan yang disampaikannya. “Kesedihan Anda bisa dikurangi dengan harapan bahwa Anda akan menemui suami Anda di dunia yang lebih baik.” Begitu bunyi pesan itu.
Hill menemukan kata “harapan” yang kemudian melekat erat dalam pikirannya. Dia mulai berpikir tentang kekuatan-kekuatan dan kemungkinan-kemungkinan yang berasal dari harapan. Harapan ini telah membuat dia bermimpi bahwa suatu hari nanti dia akan membangun jalan kereta api baru menuju Barat. Mimpi ini berkembang menjadi tekad yang kuat sehingga Hill berhasil mewujudkannya. Mimpi seorang karyawan kantor telegram, yang dibangun di atas kemungkinan-kemungkinan yang berasal dari satu kata, berlanjut menjadi sistem Great Northern Railway.
Cerita
lain dikisahkan Napoleon Hill mengenai Manuel L. Quezon. Quezon berani
bermimpi dan berharap untuk memiliki pemerintahan sendiri atas kepulauan
Filipina yang dicintainya. Quezon bahkan berani berharap bahwa suatu
hari nanti dia akan menjadi Presiden Republik Filipina yang merdeka.
Harapannya menjadi iman yang mendalam dan kemudian berubah menjadi
tindakan. Dia berkampanye agar dipilih menjadi komisioner wilayah
kepulauan.
Selama dua puluh empat tahun Quezon memperluas setiap usahanya agar suatu hari nanti wilayah Filipina menjadi negara yang merdeka. “Saya tahu hal ini karena dia adalah teman baik saya dan dia mengizinkan saya untuk sering menasihati dia tentang cara-cara meraih tujuan politiknya,” kata Napoleon Hill. Pada hari di saat Quezon diangkat menjadi Presiden Republik Filipina yang baru, dia mengirimkan telegram yang bunyinya, “Saya mengucapkan terima kasih dari lubuk hati yang terdalam atas inspirasi yang Anda berikan untuk saya agar tetap memiliki nyala api harapan di dalam hati saya sampai hari kemenangan besar ini.”
Pelajaran yang dapat Anda petik dari cerita Quezon adalah bahwa Anda harus memiliki imajinasi yang bebas menciptakan harapan. Beranikan diri Anda untuk memimpikan tentang hal-hal besar. Penuhi diri Anda dengan iman bahwa tidak ada sesuatu apa pun yang mustahil.
Harapan merupakan bahan dasar untuk membangun sukses. Harapan dikristalisasi menjadi iman, iman menjadi tekad, dan tekad menjadi tindakan. Menurut Napoleon Hill, secara prinsip harapan mengalir dari imajinasi Anda, mengalir dari mimpi-mimpi Anda tentang dunia yang lebih baik, kehidupan yang lebih baik, dan masa depan yang lebih baik.
Menurutnya, dengan berlandaskan pada harapan, kita akan memutuskan apa tujuan spesifik hidup kita, kemudian mengubahnya menjadi kenyataan. Lalu Napoleon Hill bercerita tentang James J. Hill. Hill yang satu ini dulunya adalah karyawan kantor telegram, kemudian dia menjadi seorang tokoh besar di bidang jalan kereta api.
Suatu hari, James H. Hill mengirimkan berita milik seorang wanita yang ditujukan pada teman yang suaminya telah terbunuh. Hill mendapatkan inspirasi dari pesan yang disampaikannya. “Kesedihan Anda bisa dikurangi dengan harapan bahwa Anda akan menemui suami Anda di dunia yang lebih baik.” Begitu bunyi pesan itu.
Hill menemukan kata “harapan” yang kemudian melekat erat dalam pikirannya. Dia mulai berpikir tentang kekuatan-kekuatan dan kemungkinan-kemungkinan yang berasal dari harapan. Harapan ini telah membuat dia bermimpi bahwa suatu hari nanti dia akan membangun jalan kereta api baru menuju Barat. Mimpi ini berkembang menjadi tekad yang kuat sehingga Hill berhasil mewujudkannya. Mimpi seorang karyawan kantor telegram, yang dibangun di atas kemungkinan-kemungkinan yang berasal dari satu kata, berlanjut menjadi sistem Great Northern Railway.
Cerita
lain dikisahkan Napoleon Hill mengenai Manuel L. Quezon. Quezon berani
bermimpi dan berharap untuk memiliki pemerintahan sendiri atas kepulauan
Filipina yang dicintainya. Quezon bahkan berani berharap bahwa suatu
hari nanti dia akan menjadi Presiden Republik Filipina yang merdeka.
Harapannya menjadi iman yang mendalam dan kemudian berubah menjadi
tindakan. Dia berkampanye agar dipilih menjadi komisioner wilayah
kepulauan.Selama dua puluh empat tahun Quezon memperluas setiap usahanya agar suatu hari nanti wilayah Filipina menjadi negara yang merdeka. “Saya tahu hal ini karena dia adalah teman baik saya dan dia mengizinkan saya untuk sering menasihati dia tentang cara-cara meraih tujuan politiknya,” kata Napoleon Hill. Pada hari di saat Quezon diangkat menjadi Presiden Republik Filipina yang baru, dia mengirimkan telegram yang bunyinya, “Saya mengucapkan terima kasih dari lubuk hati yang terdalam atas inspirasi yang Anda berikan untuk saya agar tetap memiliki nyala api harapan di dalam hati saya sampai hari kemenangan besar ini.”
Pelajaran yang dapat Anda petik dari cerita Quezon adalah bahwa Anda harus memiliki imajinasi yang bebas menciptakan harapan. Beranikan diri Anda untuk memimpikan tentang hal-hal besar. Penuhi diri Anda dengan iman bahwa tidak ada sesuatu apa pun yang mustahil.
Resep Sukses dan Kaya Napoleon Hill (8)
8. Kesabaran
Apakah kesabaran bisa memandu seseorang untuk menjadi sukses? Napoleon Hill mengatakan, “Iya”. Tetapi kesabaran bermuka dua. Jika terlalu sabar, kesempatan terbaik bisa direbut orang. Di lain pihak, jika tergesa-gesa pun bisa berakibat fatal.
Menurut Hill, hal yang ingin dibicarakannya adalah kesabaran dinamis. “Kesabaran yang saya bicarakan adalah kesabaran dinamis, bukan kesabaran statis, kesabaran aktif, bukan kesabaran pasif. Kesabaran adalah kekuatan positif untuk mengarahkan takdir kita, bukan ketaatan yang tunduk pada keadaan atau kondisi di mana kita berada,” paparnya.
Kesabaran juga menuntut keberanian. Kesabaran merupakan tipe ketabahan yang gigih dan penuh stamina yang dihasilkan karena seseorang memiliki dedikasi pada suatu ide atau tujuan. Sabar berarti berani mengubah apa yang dapat kita ubah, rela menerima apa yang tidak dapat kita ubah, dan kebijaksanaan untuk mengetahui perbedaannya. “Jadi semakin kuat kita terdorong oleh ide untuk meraih tujuan utama hidup kita, maka kita harus semakin sabar di dalam mengatasi hambatan-hambatannya,” katanya.
Lalu ia bercerita mengenai Constance Bannister, seorang fotografer bayi yang sukses. Menurut Hill, Bannister telah menganggap ketidaksabaran sebagai kesalahan terbesarnya, tetapi dia dengan sengaja mengambil profesi di mana kesabaran merupakan prasarat utama yaitu memotret bayi-bayi.
“Dengan seorang bayi, untuk mendapatkan kesan yang Anda inginkan, Anda harus terus-menerus mengulang, terus-menerus menjelaskan, dengan suara yang menyejukkan,” kata Bannister. “Saya suka memotret bayi karena pekerjaan ini sangat membantu saya. Pekerjaan ini mengembangkan rasa humor saya dan membantu saya agar kreatif di bidang-bidang lain,” katanya. Itulah kunci suksesnya.
Lalu bagaimana agar kita bisa mengembangkan kesabaran? Caranya mudah, kata Hill. Syaratnya kita harus sudah memiliki tekad untuk meraih tujuan spesifik hidup kita. Berkonsentrasi pada tujuan itu dengan segenap kekuatan, sampai kita dipenuhi dengan semangat menyala-nyala untuk meraih tujuan itu. Selain itu setiap pemikiran, tindakan, dan doa kita diarahkan untuk meraih hasil akhir yang telah ditetapkan. Itulah kunci menjadi sabar yang dinamis. Sudah siap?
Apakah kesabaran bisa memandu seseorang untuk menjadi sukses? Napoleon Hill mengatakan, “Iya”. Tetapi kesabaran bermuka dua. Jika terlalu sabar, kesempatan terbaik bisa direbut orang. Di lain pihak, jika tergesa-gesa pun bisa berakibat fatal.
Menurut Hill, hal yang ingin dibicarakannya adalah kesabaran dinamis. “Kesabaran yang saya bicarakan adalah kesabaran dinamis, bukan kesabaran statis, kesabaran aktif, bukan kesabaran pasif. Kesabaran adalah kekuatan positif untuk mengarahkan takdir kita, bukan ketaatan yang tunduk pada keadaan atau kondisi di mana kita berada,” paparnya.
Kesabaran juga menuntut keberanian. Kesabaran merupakan tipe ketabahan yang gigih dan penuh stamina yang dihasilkan karena seseorang memiliki dedikasi pada suatu ide atau tujuan. Sabar berarti berani mengubah apa yang dapat kita ubah, rela menerima apa yang tidak dapat kita ubah, dan kebijaksanaan untuk mengetahui perbedaannya. “Jadi semakin kuat kita terdorong oleh ide untuk meraih tujuan utama hidup kita, maka kita harus semakin sabar di dalam mengatasi hambatan-hambatannya,” katanya.
Lalu ia bercerita mengenai Constance Bannister, seorang fotografer bayi yang sukses. Menurut Hill, Bannister telah menganggap ketidaksabaran sebagai kesalahan terbesarnya, tetapi dia dengan sengaja mengambil profesi di mana kesabaran merupakan prasarat utama yaitu memotret bayi-bayi.
“Dengan seorang bayi, untuk mendapatkan kesan yang Anda inginkan, Anda harus terus-menerus mengulang, terus-menerus menjelaskan, dengan suara yang menyejukkan,” kata Bannister. “Saya suka memotret bayi karena pekerjaan ini sangat membantu saya. Pekerjaan ini mengembangkan rasa humor saya dan membantu saya agar kreatif di bidang-bidang lain,” katanya. Itulah kunci suksesnya.
Lalu bagaimana agar kita bisa mengembangkan kesabaran? Caranya mudah, kata Hill. Syaratnya kita harus sudah memiliki tekad untuk meraih tujuan spesifik hidup kita. Berkonsentrasi pada tujuan itu dengan segenap kekuatan, sampai kita dipenuhi dengan semangat menyala-nyala untuk meraih tujuan itu. Selain itu setiap pemikiran, tindakan, dan doa kita diarahkan untuk meraih hasil akhir yang telah ditetapkan. Itulah kunci menjadi sabar yang dinamis. Sudah siap?